
Pemberangkatan KKN (Kuliah Kerja Nyata) INSUD Lamongan tahun 2024 saat ini di ikuti oleh 250 mahasiswa dari Fakutas Tarbiyah (MPI, PBA, MA), Fakultas Dakwah (KPI, BKI), Fakultas Syari’ah (HTN, HKI) dan Fakultas EKBISI (Ekonomi Syari’ah) berawal mahasiswa sebelum berngkat meminta do’a restu kepada Abah Yai Prof Dr. K.H. Abdul Ghofur yang bererada di dalem Ponpes Sunan Drajat lamongan selanjutnya pembukaan di laksanakan di depan kampus yang di pimpin oleh Bpk. H. Afan Zaini, M.M. M.Pd selaku ketua KKN juga Ketua LPPM INSUD Lamongan dan dilanjutkan Bpk. Dr. Nasihin, S.Pd, M.Pd selaku Wakil Rektor I beliau menjelasakan bahwa pengabdian masyarakat merupakan salah satu dari Tri Dharma Perguruan Tinggi dan wajib untuk dilaksanakan, Tri Dharma Perguruan Tinggi terdiri dari 3 poin , yaitu : Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan, Pengabdian kepada Masyarakat. Tri Dharma Perguruan Tinggi bukan hanya menjadi tanggung jawab mahasiswa namun seluruh dosen (pendidik) serta orang – orang yang terlibat dalam proses pembelajaran (civitas akademika) memiliki tanggung jawab yang sama. KKN adalah salah satu bentuk pengabdian kepada Masyarakat. Metode KKN INSUD Lamongan menggunakan pendekatan Asset Based Communities-driven Development (ABCD) merupakan model pendekatan dalam pengembangan masyarakat. Pendekatan ini menekankan pada inventarisasi asset yang terdapat di dalam masyarakat yang dipandang mendukung pada kegiatan pemberdayaan masyarakat. Pendekatan ABCD menggunakan 7 tahap kegiatan serial.

Yang menjadi ciri khas pendekatan ini dengan Penekanan pada asset reinventing, para mahasiswa diharuskan mengeksplorasi ketersediaan social assets yang dimiliki masyarakat. Bagi KKN INSUD Lamongan social assets lebih diarahkan untuk identifikasi asset masyarakat dalam kehidupan Alam dan Potensi mereka. Sinkronisasi antara ketersediaan social assets dan program kerja KKN menjadi penentu keberhasilan metode ABCD. Sebagai DPL (Dosen Pendamping Lapangan) Tentunya akan mempersiapkan salah satunya adalah Preparing Mahasiswa KKN INSUD Lamongan yang ditempatkan di 17 Desa yang berapa di Kecamatan Sugihwaras Bojonegoro selama satu bulan Dimana akan terjun langsung kepada Masyarakat setempat.

Bpk. Djuana Poerwiyanto, S.Sos, M.M selaku Camat Bojonegoro berpesan kepada mahasiswa yang nantinya diharapkan bisa membantu persoalan tantangan dan hambatan di lapangan yang lebih tinggi di masa-masa yang serba sulit ini harapannya mahasiswa hadir di tengah-tengah masyarakat sebagai solusi atau jawaban terutama ikut serta dalam menyukseskan pemulihan ekonomi nasional.


